KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Standard an Kriteria Akhlak
serta Pengertian Baik dan Buruk” tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas Akhlak Tasawuf .
Tentunya dalam penulisan makalah ini
tidak luput dari kekurangan dan kesalahan baik dari segi penulisan maupun dalam
segi isi / pembahasan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik untuk tugas
selanjutnya. Tidak lupa pula, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu serta mendukung dalam penulisan makalah yang sederhana ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
ciputat,
29 September 2013
Tim
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Semakin
berkembangnya sebuah ilmu yang telah di pelajari berkembang pula pola pikir
seseorang dalam mengapresiasi sebuah kajian yang telah di telaah. Akhlak adalah
sebuah perangai, tabi`at seseorang yang Nampak pada diri orang tersebut.
Standar akhlak pada diri seseorang tersebut adalah hati nurani itu yang paling
utama. Di kesempatan kali ini kami mencoba membahas sedikit tentang Standard an
Kriteria Akhlak dan Penegrtian Baik dan Buruk.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di tarik rumusan
masalah yaitu sebagai berikut ;
1.
Apakah penegertian dari akhlak itu?
2.
Apa pengertian dari Baik dan Buruk?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Standar dan Kriteria Akhlak
Akhlak adalah ilmu perilaku.
Dimana ilmu ini membahas tentang perilaku manusia dari beragam potensi yang
membuat manusia condong kepada kebaikan atau keburukan[1].
Ukuran baik dan buruk manusia dapat di ukur menurut fitrah
manusia itu sendiri. Karena mempersoalkan baik dan buruk suatu perbuatan
manusia itu sangat sulit di pecahkan.
Adat dan kebiasaan juga
mempengaruhi akhlak seseorang. Manusia bisa terpengaruh oleh adat istiadat
bangsanya. Setiap bangsa memiliki adat istiadat tersendiri. Banyak yang
beranggapan bahwa siapa yang mengikuti adat istiadat itu berarti baik. Mendidik
anak-anak kejurusan adat istiadat. Jadi siapa saja dari mereka yang menyalahi
adat istiadat itu berarti dia tercela dan dianggap sudah keluar dari golongan
bangsanya.
Adapun alasan mengapa adat
istiadat itu dilakukan dan larangan untuk menyingkirkan, yaitu
1.
Karena adat istiadat telah tertanam kuat dan kokoh bagi
pengikutnya, dan bagi yang menyalahinya berarti telah melakukan keburukan.
Contohnya adat berpakaian, adat makan, dll.
2.
Apa yang telah diriwayatkan secara turun temurun yang
menganggap bahwa syetan dan jin akan membalas dendam kepada orang-orang yang
menyalahi perintah-perintah dalam adat-istiadat
dan malaikat akan member pahala bagi para pengikutnya.
3.
Mengikuti upacara adat dengan tujuan agar para pengikut
paham maksud dan tujuan upacara berikut.
Penilaian dari suatu perbuatan
itu adalah relative. Setiap manusia memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam
penentuan ini. Seperti halnya dengan pengertian salah dan benar, salah bagi
seseorang belum tentu benar bagi orang lain.
Menurut Ethik, baik adalah sesuatu
yang berharga untuk sesuatu tujuan[2].
Maksudnya yaitu tujuan dari masing-masing itu sama untuk mencapai tujuan yang
di namakan Baik. Dengan harapan mendapatkan yang baik dan bahagia. Sesuatu itu
di nilai seseorang baik apabila hal itu sesuai tujuannya.
Adapun criteria akhlak menurut Ali bin Abi Thalib sebagai
berikut ;
1.
Memiliki akal yang sempurna
2.
Taat menjalankan ajaran Allah
3.
Memiliki ilmu
4.
Mempunyai sifat Hilm (santun)
5.
Memiliki sifat pemurah
6.
Memiliki ma`rifat
7.
Suka berbuat baik
8.
Sabar
9.
Banyak bersyukur kepada Allah
10. Lemah
lembut tindak tanduknya
B.
Pengertian
Baik dan Buruk
Baik dan Buruk adalah suatu istilah
yang di gunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang di lakukan seseorang[3].
Secara bahasa baik berasal dari bahasa arab Khair dan Good dari bahasa inggris.
Dalam kitab munjid, Louis Ma`luf mendefinisikan bahwa yang disebut
baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan[4].
Tingkah laku manusia di katakana baik jika tingkah laku tersebut menuju
kesempurnaan manusia. Menurut Ethik baik
adalah sesuatu yang berharga untuk suatu tujuan, sebaliknya sesuatu yang tidak
bergharga atau berguna untuk tujuan atau bahkan merugikan itu adalah Buruk[5].
Maksudnya yaitu tujuan dari masing-masing itu sama untuk mencapai tujuan yang
di namakan Baik. Dengan harapan mendapatkan yang baik dan bahagia. Sesuatu itu
di nilai seseorang baik apabila hal itu sesuai tujuannya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahan di atas kita dapat
menarik kesimpulan bahwa standar akhlak berpengaruh dalam penentuan baik dan
buruk. Jika seseorang memiliki akhlak yang baik maka tumbuhlah kebaikan itu
sendiri bukan dari paksaan. Namun dalam penilaian hal ini sangat relative,
karena dalam penentuan baik dan buruk tergantung orang yang menilainya. Namun
manusia memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai nilai yang baik sesuai tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
Hajjaj, Muhammad Fauqi.tasawuf
islam dan akhlak, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2011).
Mustofa, A.akhlak
tasawuf, (Bandung: Pustaka Setia, 1997).
Nata, Abuddin.akhlak
tasawuf, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar