Senin, 25 November 2013

Akhlak Tasawuf

KATA PENGANTAR


         Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Standard an Kriteria Akhlak serta Pengertian Baik dan Buruk” tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas Akhlak Tasawuf .
         Tentunya dalam penulisan makalah ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan baik dari segi penulisan maupun dalam segi isi / pembahasan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik untuk tugas selanjutnya. Tidak lupa pula, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta mendukung dalam penulisan makalah yang sederhana ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
                                                                                                           

ciputat, 29 September 2013


                                                                                                Tim Penulis




BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Semakin berkembangnya sebuah ilmu yang telah di pelajari berkembang pula pola pikir seseorang dalam mengapresiasi sebuah kajian yang telah di telaah. Akhlak adalah sebuah perangai, tabi`at seseorang yang Nampak pada diri orang tersebut. Standar akhlak pada diri seseorang tersebut adalah hati nurani itu yang paling utama. Di kesempatan kali ini kami mencoba membahas sedikit tentang Standard an Kriteria Akhlak dan Penegrtian Baik dan Buruk.

B.     Rumusan Masalah

Dari  latar belakang di atas dapat di tarik rumusan masalah yaitu sebagai berikut ;
1.      Apakah penegertian dari akhlak itu?
2.      Apa pengertian dari Baik dan Buruk?


BAB II

PEMBAHASAN


A.    Standar dan Kriteria Akhlak

Akhlak adalah ilmu perilaku. Dimana ilmu ini membahas tentang perilaku manusia dari beragam potensi yang membuat manusia condong kepada kebaikan atau keburukan[1].
Ukuran baik dan buruk manusia dapat di ukur menurut fitrah manusia itu sendiri. Karena mempersoalkan baik dan buruk suatu perbuatan manusia itu sangat sulit di pecahkan.
Adat dan kebiasaan juga mempengaruhi akhlak seseorang. Manusia bisa terpengaruh oleh adat istiadat bangsanya. Setiap bangsa memiliki adat istiadat tersendiri. Banyak yang beranggapan bahwa siapa yang mengikuti adat istiadat itu berarti baik. Mendidik anak-anak kejurusan adat istiadat. Jadi siapa saja dari mereka yang menyalahi adat istiadat itu berarti dia tercela dan dianggap sudah keluar dari golongan bangsanya.
Adapun alasan mengapa adat istiadat itu dilakukan dan larangan untuk menyingkirkan, yaitu
1.      Karena adat istiadat telah tertanam kuat dan kokoh bagi pengikutnya, dan bagi yang menyalahinya berarti telah melakukan keburukan. Contohnya adat berpakaian, adat makan, dll.
2.      Apa yang telah diriwayatkan secara turun temurun yang menganggap bahwa syetan dan jin akan membalas dendam kepada orang-orang yang menyalahi perintah-perintah dalam adat-istiadat  dan malaikat akan member pahala bagi para pengikutnya.
3.      Mengikuti upacara adat dengan tujuan agar para pengikut paham maksud dan tujuan upacara berikut.
Penilaian dari suatu perbuatan itu adalah relative. Setiap manusia memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam penentuan ini. Seperti halnya dengan pengertian salah dan benar, salah bagi seseorang belum tentu benar bagi orang lain.
Menurut Ethik, baik adalah sesuatu yang berharga untuk sesuatu tujuan[2]. Maksudnya yaitu tujuan dari masing-masing itu sama untuk mencapai tujuan yang di namakan Baik. Dengan harapan mendapatkan yang baik dan bahagia. Sesuatu itu di nilai seseorang baik apabila hal itu sesuai tujuannya.

Adapun criteria akhlak menurut Ali bin Abi Thalib sebagai berikut ;
1.      Memiliki akal yang sempurna
2.      Taat menjalankan ajaran Allah
3.      Memiliki ilmu
4.      Mempunyai sifat Hilm (santun)
5.      Memiliki sifat pemurah
6.      Memiliki ma`rifat
7.      Suka berbuat baik
8.      Sabar
9.      Banyak bersyukur kepada Allah
10.  Lemah lembut tindak tanduknya


B.     Pengertian Baik dan Buruk

Baik dan Buruk adalah suatu istilah yang di gunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang di lakukan seseorang[3]. Secara bahasa baik berasal dari bahasa arab Khair dan Good dari bahasa inggris. Dalam kitab munjid,  Louis Ma`luf mendefinisikan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan[4]. Tingkah laku manusia di katakana baik jika tingkah laku tersebut menuju kesempurnaan manusia. Menurut  Ethik baik adalah sesuatu yang berharga untuk suatu tujuan, sebaliknya sesuatu yang tidak bergharga atau berguna untuk tujuan atau bahkan merugikan itu adalah Buruk[5]. Maksudnya yaitu tujuan dari masing-masing itu sama untuk mencapai tujuan yang di namakan Baik. Dengan harapan mendapatkan yang baik dan bahagia. Sesuatu itu di nilai seseorang baik apabila hal itu sesuai tujuannya.


BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa standar akhlak berpengaruh dalam penentuan baik dan buruk. Jika seseorang memiliki akhlak yang baik maka tumbuhlah kebaikan itu sendiri bukan dari paksaan. Namun dalam penilaian hal ini sangat relative, karena dalam penentuan baik dan buruk tergantung orang yang menilainya. Namun manusia memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai nilai yang baik sesuai tujuan.


DAFTAR PUSTAKA


Hajjaj, Muhammad Fauqi.tasawuf islam dan akhlak, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2011).
Mustofa, A.akhlak tasawuf, (Bandung: Pustaka Setia, 1997).
Nata, Abuddin.akhlak tasawuf, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012).




[1] Muhammad Fauqi Hajjaj tasawuf islam dan akhlak. hlm. 223.
[2] H. Mustofa.akhlak tasawuf. Hlm. 56.
[3] Lihat akhlak tasawuf, hlm 103.
[4] Louis Ma`luf.
[5] H. A. Mustofa, akhlak tasawuf, hlm 56.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar